Penerapan Penerangan Tenaga Surya di Lahan KWT Desa Sukapura: Kolaborasi Program Studi Teknik Industri Telkom University dan Masyarakat

Bandung, Januari 2026 – Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, kembali merealisasikan komitmennya dalam mendukung kemandirian energi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukapura, Kabupaten Bandung. Desa yang telah menjadi mitra rutin sejak 2020 ini memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengelola kebun tanaman obat keluarga, lahan hortikultura, serta kolam budidaya ikan lele dan mujair, namun masih menghadapi kendala penerangan pada malam hari. Kondisi lahan yang gelap tidak hanya menyulitkan pemeliharaan tanaman dan kolam di luar jam kerja, tetapi juga menurunkan aspek keamanan serta berpotensi menghambat produktivitas aktivitas pertanian.

Menjawab persoalan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari gabungan Program Studi S1 & S2 Teknik Industri yang diketuai oleh Dino Caesaron, Ph.D., dengan anggota Reni Novita Sari, S.Ikom dan Sheila Amalia Salma, M.T., melaksanakan program “Pemanfaatan Solar Cell sebagai Energi Mandiri untuk Pemberdayaan KWT Desa Sukapura”. Kegiatan ini dirancang sebagai kelanjutan dari program sebelumnya yang telah memasang beberapa titik lampu tenaga surya, namun berdasarkan observasi dan diskusi dengan pengurus KWT, penerangan yang ada masih belum mencukupi untuk menjangkau seluruh area pertanian. Melalui skema Teknologi Tepat Guna, tim berfokus pada peningkatan akses energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola teknologi tersebut.

Pelaksanaan program diawali dengan survei dan identifikasi kebutuhan di lapangan bersama pengurus dan anggota KWT untuk memetakan titik-titik kritis yang membutuhkan penerangan tambahan. Tahap berikutnya adalah perancangan spesifikasi teknis sistem penerangan tenaga surya, meliputi pemilihan kapasitas panel surya, baterai, jenis lampu LED, serta tata letak pemasangan agar sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan aktivitas malam hari. Setelah proses pengadaan peralatan, tim melakukan penyerahan dua unit lampu PJU tenaga surya kepada mitra dan melanjutkan dengan instalasi di dua titik strategis lahan KWT pada awal Desember 2025, dengan melibatkan anggota KWT secara langsung.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem penerangan tenaga surya mampu memberikan cahaya yang stabil setiap malam tanpa menambah beban biaya listrik rumah tangga. Penerangan baru ini memudahkan anggota KWT dalam memantau tanaman dan kolam ikan pada malam hari, serta meningkatkan rasa aman di area lahan pertanian. Di sisi lain, kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan setelah instalasi membuat anggota KWT memahami cara dasar pengoperasian dan perawatan sistem, seperti pembersihan panel surya, pengecekan lampu, serta pemantauan kinerja secara rutin. Hal tersebut menjadi indikator penting bahwa teknologi yang diterapkan tidak hanya dipasang, tetapi juga disiapkan untuk dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Program ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan energi bersih dan terjangkau (SDG 7) serta industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG 9), karena menghadirkan solusi energi terbarukan di tingkat komunitas dengan pendekatan partisipatif. Lebih jauh, integrasi aspek teknis dan sosial dalam kegiatan ini menunjukkan peran Program Studi S1 & S2 Teknik Industri Universitas Telkom dalam mengimplementasikan keilmuan rekayasa industri—mulai dari perancangan sistem, efisiensi energi, hingga penguatan kapasitas organisasi—untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. Inisiatif ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang menghadapi keterbatasan akses energi, sekaligus memperkuat sinergi kampus dan komunitas dalam membangun kemandirian dan keberlanjutan di wilayah pedesaan.

Contributor: | Editor: Gayuh Nugraha | Dokumentasi: Narasumber

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *