Karawang, 20 November 2025 – Kunjungan industri mahasiswa Teknik Industri Fakultas Rekayasa Industri ke PT Ajinomoto Indonesia, meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam. Bukan hanya sekadar teori, mahasiswa diajak langsung menyaksikan bagaimana Andon System bekerja secara real-time dalam mengendalikan area produksi yang begitu luas.
Awalnya, kunjungan berlangsung seperti agenda kunjungan industri pada umumnya. Mahasiswa diperkenalkan profil perusahaan – hingga melihat showcase berbagai jenis produk unggulan. Namun momen yang mengubah seluruh perspektif mahasiswa terjadi ketika tur lantai produksi dimulai.
Yang paling mencuri perhatian adalah bagaimana satu sinyal visual (Andon System) mampu menggerakkan koordinasi seluruh tim produksi. Ketika satu lampu Andon menyala, operator yang bertugas langsung merespons cepat, melakukan pengecekan, bahkan memiliki wewenang menghentikan produksi demi mencegah terjadinya cacat produk. Respons yang cepat, terstruktur, dan penuh kewenangan tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa bahwa teknologi di pabrik modern bukan menggantikan manusia, tetapi memperkuat peran manusia dalam menjaga kualitas.
Salah satu peserta bahkan menyebut momen ini sebagai “pengalaman membuka mata,” karena teori Jidoka (otomasi dengan sentuhan manusia) yang selama ini hanya menjadi materi kuliah, akhirnya terlihat aplikasinya secara nyata. Integrasi antara teknologi yang presisi dan keputusan manusia ternyata menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas produksi dan efisiensi industri manufaktur.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh insight penting: dalam proses manufaktur, kualitas tinggi hanya bisa dicapai dengan konsistensi, pemantauan real-time, dan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan. Kunjungan ini pun membuktikan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung memberikan dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan hanya teori di kelas.
Dengan temuan ini, mahasiswa Teknik Industri Telkom University pulang dengan pemahaman baru mengenai dinamika industri modern—bahwa teknologi canggih dan keahlian manusia bukan dua hal yang dipertentangkan, tetapi dua elemen yang saling memperkuat untuk menjaga kualitas produk dan daya saing perusahaan.
Author: Gayuh Nugraha




