Universitas Telkom Latih 50 Santri Darul ‘Amal Kuasai AI dan Otomatisasi Digital

Sukabumi, 3 Juli 2026 — Sebanyak 50 santri Pesantren Terpadu Darul ‘Amal, Bojonggenteng, Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mengikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang digelar tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Bertempat di Laboratorium Komputer pesantren, kegiatan berlangsung sehari penuh dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Pelatihan ini mengusung tiga pilar utama: penguatan literasi AI, pemanfaatan teknologi secara etis (adab digital), serta kesiapan kompetensi menghadapi masa depan. Peserta berasal dari jenjang SMP hingga SMA, dengan komposisi 58 persen santri putri dan 42 persen santri putra.

Kegiatan ini menjawab kesenjangan yang lazim ditemui: santri sudah terbiasa menggunakan AI generatif, tetapi belum memahami konsep di baliknya maupun cara memanfaatkannya secara produktif. Asesmen awal menunjukkan 90 persen santri terbiasa memakai AI generatif, namun 82 persen belum pernah mengenal platform otomatisasi seperti n8n.

“Kami ingin santri tidak berhenti sebagai pengguna pasif teknologi, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang memahami, mengevaluasi secara kritis, dan memanfaatkan AI sesuai nilai-nilai kepesantrenan,” ujar Nur Ichsan Utama, ketua tim pelaksana pengabdian.

Tim pengabdian ini beranggotakan lima orang dari Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, yaitu Nur Ichsan Utama dan Adityas Widjajarto selaku dosen pembimbing, serta tiga mahasiswa yang terlibat sebagai instruktur, yakni Daffa Aliefiandy Yudhistira, Rofiif Nabil Syafaqoh, dan Muhamad Rizal.

Dengan pendekatan Experiential Learning, peserta tidak hanya menyimak ceramah, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan tools AI generatif, membangun alur kerja otomatisasi berbasis n8n dan OpenRouter, hingga membuat konten media sosial otomatis. Materi juga mencakup pengenalan machine learning, deep learning, large language model (LLM), AI Agent, serta sesi khusus tentang adab santri dalam menggunakan AI — termasuk pentingnya memverifikasi jawaban AI, khususnya untuk hal-hal terkait agama, dan menjaga privasi data.

Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang nyata. Rata-rata skor pengetahuan peserta naik dari 58,5 persen sebelum pelatihan menjadi 84,8 persen sesudahnya. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman platform otomatisasi n8n dan konsep dasar machine learning. Keyakinan diri santri untuk membangun otomatisasi sederhana juga meningkat, sementara kesadaran akan etika digital konsisten berada pada tingkat sangat tinggi sejak awal hingga akhir.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, termasuk keterlibatan aktif santri putri di seluruh sesi. Sebanyak 91,3 persen peserta menyatakan tertarik mengembangkan layanan berbasis AI, dan 71,8 persen berminat mengikuti pelatihan teknologi lanjutan.

Dari sisi mitra, kuesioner kepuasan yang diisi perwakilan pesantren menunjukkan 98 persen respons berada pada kategori Setuju dan Sangat Setuju. Pihak pesantren menilai materi relevan dengan kebutuhan dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut.

Sebagai tindak lanjut, tim menyerahkan modul pelatihan dan panduan etika penggunaan AI, serta merekomendasikan pembentukan komunitas belajar digital santri agar pemanfaatan AI dapat berkelanjutan.

Author: Nur Ichsan Utama | Editor: Gayuh Nugraha

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *